Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2009

Gurah, Obat Tradisional

-----------------------------------------------------------------
Apa Itu Gurah....?
Istilah gurah dikenal kalangan pesinden, penyanyi, qori, ataupun qoriah untuk merujuk proses menyaringkan suara dengan akar tumbuhan sirgunggu (Clerodendron serratum). Selain oleh mereka yang memang memerlukan suara bagus, gurah juga dilakukan untuk menyembuhkan penyakit asma, batuk kering, dan batuk berdahak banyak. Benarkah akar tanaman obat itu secara ilmiah berkhasiat seperti yang dipercayai masyarakat ?
Gurah merupakan cara pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Dulu praktek pengobatan ini dijalani pesinden atau dalang yang menginginkan suaranya nyaring. Namun, belakangan gurah juga ditujukan untuk mengobati asma dan menghilangkan dahak di tenggorokan. Di Yogyakarta para tabib gurah menggunakan tumbuhan sirgunggu yang ada di sekitar Giriloyo, dekat makam raja-raja Mataram. Mereka percaya, hanya sirgunggu dari sana saja yang berkhasiat. Padahal sebenarnya tanaman obat ini bisa tumbuh di mana saja, bahkan di seluruh Indonesia, sehingga dikenal dengan berbagai nama, antara lain kertase, pinggir tosek (Madura), simar baungkudu (Toba), tinjau handak (Lampung), segunggu (Sunda) dan sagunggu, sirgunggu (Jawa).


Banyak khasiatnya
Tumbuhan sirgunggu berupa perdu yang tingginya 3 m. Daunnya bertangkai pendek, berbentuk bulat telur sampai memanjang, tebal dan kaku. Tepi daun beringgit. Bunganya berwarna putih-violet tersusun dalam malai. Buah yang berwarna hijau kehitaman berupa buah batu berbentuk bulat telur.
Tumbuhan obat yang satu ini ternyata sudah banyak dimanfaatkan masyarakat sejak dulu. Akarnya diremas-remas halus dan ditelan untuk mendapatkan suara nan jernih. Seduhan akarnya merupakan obat asma, bronkhitis, atau sebagai peluruh air seni (kencing batu).

Di daerah Imogiri, Yogyakarta, sirgunggu untuk gurah, yaitu kulit akar ditumbuk dan diseduh dengan air, kemudian diteteskan pada hidung guna mengobati berbagai penyakit yang berkaitan dengan lendir, seperti asma, batuk, atau untuk memperoleh suara yang jernih. Efeknya berupa pengeluaran lendir dari hidung dan mulut.
Daunnya bermanfaat untuk menyegarkan kondisi wanita yang sedang nifas. Sebagai obat luar, daun ditumbuk dengan adas pulosari untuk encok dan nyeri atau kelelahan pada sendi. Daun mudanya diremas-remas dan ditambah sedikit kapur menjadi obat gosok. Seduhan daun dengan garam serta temulawak dapat diminum untuk perut yang membusung dan sebagai obat cacing. Infus daun tumbuhan ini sudah diteliti secara in vitro mampu menghancurkan batu ginjal. Di lampung buah masak atau yang masih mentah dikunyah bersama sirih untuk obat batuk berat. Penelitian di National Cancer Institut, Washington menyatakan, ekstrak air tumbuhan ini aktif sebagai anti-HIV in vitro.

Kandungan kimia tumbuhan sirgunggu pada bagian-bagian tubuhnya berbeda-besa. Daunnya mengandung unsur kalium, sedikit natrium, alkaloid, dan flavonoid flavon. Pada kulit akarnya terdapat glikosida fenol, manitol, dan sitosterol. Sementara kulit batangnya mengandung senyawa triterpen, asam ureanulat, asam kueretaruat, dan asam seratogenat.

Praktek Tabib Gurah
Proses pengobatan gurah dilakukan dengan meneteskan cairan rendaman kulit akar ke hidung. Kulit akar ditumbuk, diseduh dalam air panas, diendapkan semalam lalu diteteskan ke hidung kemudian ditelan. Cairan akar itu setelah diendapkan berwarna cokelat kemerahan.
Akhir-akhir ini para tabib gurah sudah mengemas bahan obat dalam bentuk serbuk atau kapsul. Penggunaannya lebih praktis dari pada gurah tetes. Di samping bahan pokok sirgunggu, juga ditambah ramuan bahan tetumbuhan berkhasiat lainnya. Tentang bahan tambahan ini, masing-masing tabib punya resep rahasia tersendiri.
Bila "obat" sudah dimasukkan ke lubang hidung (red: pada gurah tetes), pasien yang menjalani gurah tetes diminta tengkurap. Ia lantas mengeluarkan lendir dan dahak. Dengan demikian, suaranya diharapkan bisa lebih jernih.

Eksperimen Awal di Laboratorium
Praktek gurah menarik dikaji secara ilmiah. Untuk itu disiapkan akar sirgunggu dari lokasi yang sama. Sebagai langkah penelitian awal, bahan aktifnya diisolasi dan diuji daya antibakterinya. Dalam hal ini digunakan baktreri Streptococus beta haemolyticus, salah satu jenis pencetus penyakit radang tenggorokan.
Dari hasil isolasi diperoleh komponen utama dalam kulit akar berupa senyawa flavonoid dengan 3-OH. Sedangkan pengujian antibakteri memang menunjukkan, senyawa itu mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. beta haemolyticus. Namun, daya hambatnya terbilang kecil Hal ini mungkin disebabkan khasiat pengeluaran lendir sembari pesien tengkurap, sehingga bakterinya ikut keluar bersama lendir. Mekanismenya sendiri masih belum ditemukan. Dengan demikian, penggunaan sari akar sirgunggu untuk pengobatan radang tenggorok perlu dikaji lebih lanjut.
(Drs. Wahyono, Apt. SU, Fakultas Farmasi UGM)
Disadur dari Majalah Trubus 339 - TH XXIX - FEBRUARI 1998
-----------------------------------------------------------------
Baca Juga
artikel: Teh Gurah, Senikmat teh seampuh jamu
........... Teh Gurah Plus, inovasi tanpa rasa sakit
produk: Teh Gurah plus
-----------------------------------------------------------------

Minggu, 10 Mei 2009

Tips Makan Emping Tanpa Takut Asam Urat

-----------------------------------------------------------------
Tips Agar Asam Urat Tidak Kambuh, Saat Makan Emping
Emping merupakan makanan ringan yang dijadikan sebagai pelengkap resep makanan seperti resep Gado-gado, resep Karedok, resep Ketoprak, resep Bubur, dan sebagainya. Emping biasanya berbentuk padat,pipih, kering, rasa yang agak pahit dan gurih, dan memiliki aroma yang khas seperti kacang almond. Rasanya yang khas membuat emping mampu menetralisir rasa asin maupun pedas vang ditimbulkan oleh resep makanan lainnya.
Emping juga bisa divariasikan rasanya menjadi asin, manis maupun pedas. Di balik kegurihan rasanya temyata emping bisa menyebabkan asam urat. Bagaimana menyiasati konsumsi emping yang aman?
Asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui feses (kotoran). Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Pada pria berkisar 3,5 - 7 mg/dI dan pada perempuan 2,6 - 6 mg/dl. Kadar asam urat di atas normal disebut hiperumsemia. Namun diharapkan kadar asam urat dalam tubuh tetap stabil pada 5 mg/dl.
Purin adalah salah satu senyawa basa organik yang menyusun asam nukleat (asam inti dari sel) dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein. Secara alamiah purin terdapat dalam tubuh dan dijumpai pada semua resep makanan dari sel hidup, yakni resep makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) ataupun hewan (daging, jeroan, ikan sarden). Sedangkan pemicunya adalah resep makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin.

Sebetulnya, tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak. Gejala asam urat yang sering timbul seperti kesemutan, linu, dan nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur, sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.


Penyakit asam urat digolongkan menjadi penyakit gout primer dan penyakit gout sekunder. Pada penyakit gout primer, 99 persen penyebabnya belum diketahui. Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang bisa meningkatnya produksi asam urat. Atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengetuaran asam urat dari tubuh. Sedangkan penyakit gout sekunder disebabkan antara Lain karena meningkatnya produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi.


Kandungan Purin pada Emping
Salah satu resep makanan yang mengandung purin adalah emping. Dalam 100 gr emping melinjo, purin yang terkandung berjumlah 50-150 mg per 100 gr bahan resep makanan. Hal ini menunjukkan bahwa emping termasuk dalam kelompok bahan resep makanan yang mengandung purin kategori sedang. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pangan nabati penyebab utama asam urat adalah emping yang menyumbang hampir 80%, penyebab lainnya adalah bayam 60% dan daun melinjo 57%. Kandungan gizi dalam emping selain karbohidrat juga mengandung lemak, protein, mineral dan vitamin B.

Menurut Yani Mariza Syofia, SKM, Staf Penetitian Bag. Gizi Divisi Geriatri RSCM-FKUI, emping juga mengandung serat, zat besi, kalsium yang juga diperlukan untuk tubuh. Namun, emping hanya merupakan panganan camilan bagi tubuh sehingga tetap harus memperhatikan kebutuhan kalorinya. Tentunya jika berlebihan dapat menyebabkan asam urat dan kegemukan. "Perlu diperhatikan bahwa semakin tinggi konsumsi purin maka semakin meningkat juga kadar asam urat dalam tubuh. Sebaiknya jika memiliki kadar asam urat yang normal, konsumsi resep makanan yang mengandung purin cukup 100 gr saja setiap harinya" ujamya.

Namun, jika kadar asam urat diatas 7 mg/dl, perlu dilakukan diet rendah purin. Jadi sebaiknya hindari dan jangan mengonsumsi resep makanan yang termasuk dalam kelompok bahan resep makanan yang mengandung purin tinggi seperti resep jeroan (hati, usus), resep udang, kepiting, resep cumi-cumi, resep kerang, minuman fermentasi dan mengandung alkohol (bir. wiski, anggur, tape, dan tuak), makanan kaleng (sarden atau kornet sapi), buah-buahan (durian dan alpukat). Makanan ini mengandung purin hingga 150-800 mg/dl per 100 gr bahan makanan.

"Untuk diet rendah purin bisa dilakukan dengan membatasi konsumsi kelompok makanan yang termasuk dalam kategori purin sedang seperti emping melinjo. Tapi bila penderita asam urat tetap ingin mengonsumsi emping, maka dibatasi jumlahnya. Sebaiknya konsumsinya dikurangi menjadi 20 gr (3,5 keping) emping untuk sekali makan dan cukup sekali seminggu saja. Selain itu, perlu juga membatasi diri mengonsumsi lemak karena asupan lemak yang berlebihan akan membatasi ekskresi asam urat," jelas Yani Mamza Syofia.

Ditambahkan Yani, agar penderita asam urat juga mengimbangi mengonsumsi emping dengan banyak minum air putih, bila, perlu mencapai 2 liter per hari karena dapat membantu mengeluarkan asam urat lewat urin. Hal yang juga perlu diperhatikan, jangan bekerja terlalu berat, cepat tanggap, dan rutin memeriksakan diri ke dokter. "Karena sekali menderita, biasanya gangguan asam urat akan terus berlanjut, " cetusnya.***

http://resepkicthrn4all.com
-----------------------------------------------------------------
Baca juga:
artikel: Proses pembuatan emping melinjo
..........Tips Makan Emping Tanpa Takut Asam Urat

resep: Teri-Melinjo Balado
produk: Emping Melinjo

-----------------------------------------------------------------